Puluhan Tewas dalam Bentrokan Antar Klan di Somalia

Bentrokan mematikan akhir pekan lalu antara dua klan di Somalia tengah telah menewaskan sedikitnya 50 orang, kata warga dan pejabat medis kepada VOA, Senin (10/6).

Sekitar 155 orang lainnya dilaporkan terluka dalam bentrokan di provinsi Galgudud dekat perbatasan Somalia dengan Ethiopia.

Pertempuran antara klan Dir dan klan Marihan meletus pada hari Sabtu di daerah pedesaan antara kota Abudwaq dan Herale terkait lahan penggembalaan dan sumber air, kata Feysal Abdullahi Kheyre, seorang komisaris dan warga Herale.

Para saksi yang meminta namanya dirahasiakan karena takut akan pembalasan mengatakan sekitar 400 anggota milisi saling bertempur selama bentrokan tersebut, menggunakan senjata anti-tank dan senapan mesin berat yang dipasang di truk-truk pikap.

“Alasan di balik tingginya korban jiwa adalah kenyataan bahwa pertempuran terjadi di lapangan terbuka dan milisi klan bersenjata lengkap,” kata Muhidin Aden Wali, seorang komisaris dan warga Abudwaq.

Kedua komisaris dari klan yang berbeda itu tidak menyangkal adanya jumlah korban jiwa yang tinggi namun mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui jumlah persisnya.

Setelah bentrokan tersebut, pemerintah Somalia pada hari Minggu mengumumkan akan membentuk sebuah komite untuk mencari solusi segera bagi konflik antarsuku.

Para saksi mata mengatakan pada hari Senin bahwa satuan tentara Somalia dikerahkan di daerah tersebut untuk mencegah bentrokan lebih lanjut.

Klan-klan tersebut memiliki sejarah baru-baru ini dalam perebutan tanah penggembalaan dan sumur air. [lt/ka]