Cincoro Tequila Masuki Pasar Indonesia, Mulai dari Jakarta

Cincoro Tequila Masuki Pasar Indonesia, Mulai dari Jakarta

Majalah TIME.com — Langit Jakarta baru saja beranjak gelap ketika dentum musik dan cahaya lampu gemerlap menyala dari LAVVA Lounge, di lantai empat Plasa Senayan Jakarta.

Di ruang yang disulap elegan itu, Cincoro Tequila—merek ultra-mewah yang lahir dari tangan lima pemilik klub basket NBA—memulai debutnya di Indonesia.

Michael Jordan, Jeanie Buss, Wes Edens, Wyc Grousbeck, dan Emilia Fazzalari adalah nama besar di balik lahirnya Cincoro, tequila yang dalam waktu singkat meraih berbagai penghargaan internasional.

Malam itu, jejak perjalanan mereka sampai ke Jakarta, dibingkai dalam sebuah peluncuran eksklusif yang tak hanya merayakan minuman, tapi juga gaya hidup.

“Indonesia adalah pasar strategis yang penting bagi Cincoro,” ujar Quentin Job, Managing Director Cincoro Internasional.

Pria berkepala plontos itu fasih berbicara tentang selera konsumen Indonesia, yang menurutnya makin cerdas dan kian menyukai minuman berprofil kompleks. “Kami yakin rasa Cincoro yang halus dan berkelas akan menemukan tempatnya di sini.”

Para tamu tak hanya mencicip, tapi diajak berkelana lewat empat ekspresi rasa Cincoro: Blanco, Reposado, Añejo, dan Gold. Masing-masing dipasangkan dengan hidangan berlapis makna—sebuah koreografi kuliner yang menonjolkan karakter tiap varian.

Blanco, misalnya, tampil ringan dan bersih, dipadu dengan sajian pembuka segar. Reposado yang matang dalam barrel bekas whiskey Amerika, menyuguhkan kehangatan, lalu Añejo dengan tekstur lebih dalam.

Puncaknya, Gold—blended expression langka yang melibatkan Extra Añejo—mencapai klimaks rasa yang kompleks, lembut, dan berlapis.

“Cincoro menghadirkan cita rasa blue agave terbaik Meksiko ke pasar Indonesia yang dinamis,” kata Edhi Sumadi, Principal Cincoro Indonesia. Ia percaya kelembutan dan kompleksitas Cincoro bakal menggeser batas persepsi publik tentang tequila.

Botol Ikonik, Simbol Persahabatan

Tak kalah mencuri perhatian adalah desain botolnya. Ramping, elegan, dan menjulang bak patung modern, botol Cincoro adalah hasil rancangan Mark Smith, mantan VP Nike. Siluetnya terinspirasi dari daun agave, simbol keutuhan lima pendiri yang menyatukan visi menciptakan tequila paling halus di dunia.

Kisah itu hadir dalam sesi product knowledge yang menjabarkan proses pembuatan Cincoro: pemilihan 100 persen Blue Weber agave dari dataran tinggi dan rendah Jalisco, slow cooking dalam oven tradisional, hingga aging dalam barrel bekas bourbon.

Detail yang teliti, kata pemandu acara, menjadikan Cincoro bukan sekadar minuman, melainkan karya.

Malam Berpuncak di Lantai Dansa

Ketika jam bergeser ke larut malam, DJ internasional Whisnu Santika naik ke panggung. Dentuman musik elektronik bertemu semangat kota, menutup perayaan dengan energi yang memadukan global beat dan nuansa lokal.

Cincoro menutup debutnya di Indonesia dengan kesan yang kuat: sebuah malam di mana tequila, kuliner, musik, dan cerita persahabatan bersatu. Sebuah permulaan, kata Quentin Job, untuk perjalanan panjang Cincoro di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *