Produksi Mobil Listrik Capai 2,57 Juta, Pabrik Baterai Cina Menggila – Otomotif

  • Whatsapp


Baterai ion lithium yang dipasang pada mobil – dok.Circuit Digest

Beijing, Majalahtime.com – Penjualan mobil mobil listrik – mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni berbasis baterai (BEV) – terus meluas ke berbagai belahan dunia. Produksi mobil maupun baterai sebagai komponen utamanya pun ikut melonjak.

Data dari China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) seperti dilansir laman Harian China dan Bisnis Asia, Selasa (30/11/2021) menunjukkan total produksi mobil listrik – atau yang di Cina disebut sebagai New Energy Vehicle (NEV) – di dunia selama Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 2,57 juta unit. “Jumlah ini naik 133,2% dibanding produksi selama periode sama di tahun lalu,” bunyi keterangan CAAM.

Tak cuma mobil yang produksinya melompat, pembuatan baterainya pun ikut melesat. Data China Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA) mencatat produksi baterai untuk NEV di sepuluh bulan tahun ini mencapai 159,8 gigawatt-jam.

”Artinya jumlah baterai yang dibuat melonjak hingga 250% dibanding kurun waktu yang sama di 2020. Dan jumlah baterai yang dipasang di NEV telah mencapai 107,5 GWh, naik 168,1%, dari tahun-ke-tahun,” sebut CABIA.

Ilustrasi, baterai mobil listrik berbahan ion lithium buatan CATL – dok.China Daily

Meroketnya produksi baterai juga tak lepas dari “menggilanya” investor (yang merupakan pabrikan baterai) dalam menggelontorkan dana untuk mengamankan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Produsen baterai terbesar di dunia asal Cina, Contemporer Amperex Technology Co Ltd (CATL) belum lama ini mengumumkan menginvestasikan 8 miliar yuan (US$ 1,25 miliar) untuk produksi baterai di provinsi Fujian dan 7 miliar yuan di provinsi Guizhou. Sontak kebutuhan bahan baku ion lithium pun meroket.

“Impor lithium Cina tetap tinggi di tengah ketatnya pasokan domestik, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang untuk mengisi kesenjangan pasokan yang disebabkan oleh melonjaknya pasar NEV,” bunyi pernyataan perusahaan penyedia informasi pasar energi, S&P Global Platts.

Mobil listrik di stasiun pengecasan baterai di Thailand – dok.ABB

Produsen lithium membabibuta
Perusahaan pengolah lithium asal Jiangxi, Cina pada bulan Juli lalu diketahui telah mengakuisisi 50% saham SPV Co di Belanda. Perusahaan Belanda ini diketahui memiliki proyek spodumene, yaitu Goulamina, di Mali, Afrika

Pada bulan yang sama, anak perusahaan Ganfeng di Shanghai mengumumkan untuk membeli perusahaan pertambangan Bacanora Lithium yang terdaftar di London. Aset utama Bacanora Lithium adalah proyek tanah liat lithium yang disebut Sonora di Meksiko.

“Ini adalah salah satu proyek lithium terbesar di dunia dengan perkiraan cadangan 8,82 juta metrik ton setara lithium karbonat,” sebut S&P Global Platts.

Ilustrasi, mobil listrik – dok.Autocar

Tapi Ganfeng bukan satu-satunya perusahaan lithium yang secara aktif memperluas wilyah operasi global mereka. Eve Energy Co Ltd, Gotion High-Tech dan Anshan Heavy Duty Mining Machinery Co Ltd juga dilaporkan telah mengakuisisi proyek penambangan lithium di dalam dan di luar negeri.

Selain mengakuisisi proyek penambangan lithium, perusahaan juga meningkatkan impor logam tersebut, bunyi laporan oleh S&P Global Platts. Mereka semakin membabibuta. (Fat/Ara)



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.