Ngarep Kuasai Pasar Mobil Setrum, Nissan Gelontorkan Rp 252,2 Triliun – Otomotif

  • Bagikan


Ilustrasi, konsep citycar listrik Nissan- dok.Autocar

Tokyo, Majalahtime.com – Nissan Motor Company (Nissan) bertekad untuk mempercepat realisasi alias melakukan akselerasi target produksi kendaraan listrik dan setengah dari total penjualan globalnya pada tahun 2030 nanti merupakan kendaraan listrik. Untuk itu, pabrikan mobil terbesar ketiga di Jepang ini akan menggelontorkan investasi senilai 2 triliun yen atau sekitar Rp 252,22 triliun (kurs 1 yen = Rp 126,11) selama lima tahun ke depan.

Sebagaimana dilaporkan Reuters dan Pengawasan Pasar, Kamis (29/11/2021) pernyataan ini diungkap Nissan di Tokyo, Senin (29/11/2021). “Investasi ini merupakan bagian dari rencana untuk menambah 20 kendaraan bertenaga listrik baterai baru ke jajarann model perusahaan,” bunyi keterangan resmi pabrikan asal Yokohama, Jepang itu.

Sehingga di tahun 2030 nanti, telah ada 23 model mobil listrik Nissan – termasuk 15 mobil listrik murni atau listrik baterai – yang telah telah tersaji di pasar dunia. Pabrikan yang dikenal sebagai salah satu pionir produksi dan penjualan secara massif kendaraan listrik di dunia – dengan Nissan Leaf – ini juga akan memperkenalkan mobil listrik berbaterai solid-state pada Maret 2029 nanti.

“Nissan bertekad merebut pangsa pasar yang lebih besar dengan menggelontorkan lebih banyak model kendaraan listrik dan menangkis serangan para pessaing, termasuk pendatang baru seperti Tesla Inc,” ujar analis industri otomotif bursa saham Tokyo, Toshiyaki Kuroda, seperti dilansir Japan Business Herald, Senin (29/11/2021).

Mobil listik Nissan Glider – doc.Wikipedia

Menurut dia, Nissan memiliki modal yang kuat untuk menggebrak pasar mobil setrum. Pertama, internal Nissan telah memiliki dasar teknologi mobil listrik yang kuat dan unggul yakni ketika mengembangkan mobil listrik Nissan Leaf hingga sekarang.

Kedua, bersama mitra aliansinya – yakni Renault dan Mitsubishi – Nissan memiliki peluang besar untuk menciptakan kendaraan listrik yang berharga terjangkau yang tidak saja bisa menerobos persoalan harga di pasar negara maju. Terlebih di negara berkembang.

“Renault memiliki dasar dan pengembangan mobil listrik yang kuat. Dia memiliki paltform mobil listrik yang banyak termasuk yang digunakan Renault Zoe yang laris di Eropa. Sedangkan Mitsubishi sudah lama memiliki teknologi ini sejak mengembangkan Mitsubish i-MieV. Kalau itu dipadukan akan menghasilkan mobil listrik dengan harga terjangkau,” papar Kuroda.

Mobil listrik Nissan Leaf di Eropa – dok.Autocar.co.uk

Analisa ini sejalan dengan pernyataan Chief Chixecutive Officer Nissan, Makoto Uchida yang mengatakan Nissan bertekad untuk membuat mobil listrik dengan banderol yang terjangkau masyarakat banyak. ”Kami akan memajukan upaya kami untuk mendemokratisasikan elektrifikasi, akan lebih banyak kendaraan listrik yang terjangkau oleh lebih banyak pengemudi,” kata dia dalam presentasi online yang dilansir Reuters.

Pasar Cina dan Eropa
Nissan akan mempercepat penjualan kendaraan ramah lingkungan dengan memperluas investasi karena potensi pasar yang besar dan penjualan produknya selama ini mulai “mekar”. Sebab sepanjang tahun 2020 kemarin mobil listrik dan mobil hybrid telah menyumbang sekitar 10% dari penjualan mobil global, dan mencapai 2% di Cina serta 10% di Eropa.

Saat ini dua wilayah itu merupakan pasar mobil listrik dan hybrid terbesar pertama dan kedua di dunia. Terlebih pemerintah Cina dan negara-negara di Eropa semakin memperketat aturan perlindungan lingkungan untuk menuju netral karbon.

Mobil listrik Nissan Ariya yang diharapkan jadi magnet baru mobil elektrfikasi Nissan – dok.Istimewa

Cina hingga kini juga masih tercatat sebagai pasar terbesar bagi Nissan. Sepanjang tahun fskal 2020/2021 (yakni dari April 2020 hingga Maret 2021) Nissan menjual 1,45 juta kendaraan di negara berpenduduk 1,44 miliar jiwa itu.

Selama periode yang sama, Nissan menjual 390.000 kendaraan di Eropa. Gabungan penjualan di dua wilayah itu mencapai setengah penjualan global pabrikan tersebut. (Fer/Ara)



Sumber Berita

  • Bagikan
Translate »
Exit mobile version