Israel Hentikan Pertempuran agar Bantuan Bisa Masuk ke Gaza

Israel Hentikan Pertempuran agar Bantuan Bisa Masuk ke Gaza

Pasukan Pertahanan Israel merilis sebuah video akhir pekan ini, menun-jukkan unit-unit elit menyerang apa yang mereka sebut sebagai “prasarana teroris” di Gaza dan menyita “senjata dalam jumlah besar.” Kantor berita Associated Press tidak dapat menjelaskan secara independen video Pasukan Pertahanan Israel (IDF) lainnya.

Serangan IDF itu adalah yang terbaru dalam konflik Israel-Hamas, yang kini telah memasuki bulan kesembilan, setelah serangan teror Hamas ketujuh pada bulan Oktober terhadap Israel. Kemudian, kelompok yang oleh Barat dan sekutunya digolongkan sebagai teroris itu menyerbu perbatasan Israel dan menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 250 orang.

Sejak itu, Israel melakukan serangan balasan dengan keras di wilayah Palestina, menewaskan puluhan ribu warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

PBB selama berbulan-bulan memperingatkan akan adanya “bencana” dan “kelaparan” di Gaza, karena Israel menutup pintu masuk yang biasanya dilalui untuk bantuan makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan.

Namun pada hari Minggu, IDF mengumumkan “jeda taktis” pada siang hari dalam serangan militernya di Jalur Gaza selatan. Dari pukul lima pagi hingga pukul empat sore, dan sampai pemberitahuan lebih lanjut, jeda itu bertujuan untuk membuka jalan yang aman bagi truk bantuan yang membawa pasokan yang sangat dibutuhkan ke Gaza.

Kabar gembira bagi kelompok-kelompok bantuan yang berjuang selama berbulan-bulan untuk menyalurkan pasokan penyelamat jiwa.

Wakil Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB, Carl Skau, berbicara kepada Associated Press.

“Di sini kami benar-benar menghadapi bencana perlindungan, bencana air dan sanitasi. Tahukah Anda, orang-orang berkemah di jalanan dan di pantai, untuk sekedar berlindung. Namun, tahukah Anda, kami berkendara melewati genangan-genangan limbah kotoran.”

Berita tentang “jeda taktis” itu muncul ketika pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan delapan tentaranya tewas, dalam pertempuran di daerah Rafah di Jalur Gaza pada serangan paling mematikan yang dilakukan Hamas dalam beberapa bulan terakhir.

Netanyahu menyalahkan kematian itu akibat bom pinggir jalan atau rudal anti-tank.

Sementara itu, warga Israel melanjutkan protes mingguan mereka terhadap pemerintahan Netanyahu, yang menyerukan diakhirinya perang dan pembebasan sandera Israel yang disandera oleh Hamas.

Berita tentang gerakan bantuan kemanusiaan yang dilindungi muncul ketika umat Islam merayakan Idul Adha. Perayaan itu memiliki arti baru tahun ini setelah berbulan-bulan perang. Alih-alih merayakannya di rumah mereka, banyak warga Palestina kini berdoa di atas tumpukan batu dan puing-puing. [ps/jm]