Desa Wisata Perlu Berinovasi Secara Kreatif


Desa wisata yang saat ini sudah menjadi tren di Indonesia sebaiknya terus dikembangkan oleh para pengelolanya. Salah satunya dengan terus melakukan inovasi produk wisata agar bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam dan ekonomi kreatif. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pekan ini.

Inovasi ini, sambung Sandiaga, bisa berpotensi untuk menambah daya tarik wisatawan dan mendukung pergerakan ekonomi. “Ini sebuah paket kesatuan yang lengkap apabila semuanya disandingkan untuk menangkap pergeseran preferensi wisatawan. Kemudian ada paket inovasi, seperti acara hybrid, staycation, tur virtual, paket piknik pribadi, dan lainnya,” kata Sandiaga seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Parekraf.

Sandiaga menambahkan, untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki, suatu daerah harus mengidentifikasi terlebih dahulu kekuatan yang dimiliki. Kabupaten Magelang, misalnya, perlu memaksimalkan potensi wisata tujuh gunung, Candi Borbudur, dan destinasi lain. Termasuk memberdayakan potensi alam seperti kopi.

“Mikrowisata domestik, di era pariwisata kenormalan baru nantinya tidak hanya pariwisata yang mengandalkan jumlah yang besar, tetapi wisatawan yang berada di sekitar destinasi,” katanya.

Untuk mewujudkan inovasi desa wisata, Sandiaga mengatakan kolaborasi menjadi jawaban yang tepat, khususnya kolaborasi pentahelix. Salah satunya, kolaborasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dengan aneka homestay.

“Investor boleh berinvestasi, namun masyarakat juga harus ikut merasakan hasilnya. Harus bersama komunitas. Harapannya kita akan bangkit, menciptakan lapangan kerja lantaran sektor ini adalah sektor yang memiliki kekuatan lebih dari enam kali lipat dari sektor lain dalam mencari lapangan kerja,” pungkas Sandiaga.





Sumber Berita

Pos terkait