Akio Toyoda Jabat Ketua JAMA untuk Ketiga Kalinya – Otomotif

  • Whatsapp


Tokyo, Majalahtime.com – Presiden Toyota Motor Corporation (Toyota) Akio Toyoda kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang (JAMA). Cucu pendiri Toyota ini mulai menduduki jabatan ketua asosiasi itu sejak tahun 2018, sedangkan masa jabatan yang ketiga sekarang akan berlangsung hingga Mei 2024 mendatang.

Sebagaimana dilaporkan Berita Kyodo, Jumat (19/11/2021) sejumlah kalangan di JAMA mengatakan perpanjangan masa jabatan Toyoda dibutuhkan karena industri otomotif kini tengah fokus ke elektrifikasi seiring dengan kebijakan dekarbonisasi global. Pemerintah Jepang sendiri telah berjanji untuk menurunkan emisi karbon dioksida menjadi 0% pada tahun 2050.

“Perusahaan-perusahan anggota asosiasi ini mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin bergerak di bawah komando pemimpin yang sama di saat perubahan besar seperti netralitas karbon terjadi,” kata Toyoda dalam konferensi pers online.

“Saya memutuskan untuk menerima perpanjangan jabatan ini jika pengalaman saya yang diperoleh dari respons terhadap krisis hingga sekarang dapat membantu (industri) mengatasi masa-masa sulit,” tandas pria 65 tahun itu.

Akio Toyoda selama ini bersuara lantang mengingatkan pemerintah Jepang untuk lebih berhati-hati dan cernat melangkah menuju masa netral karbon – dok.Istimewa

Dalam beberapa bulan terakhir, industri otomotif  – termasuk di Jepang – telah diterpa “badai” kelangkaan semikonduktor sehingga memaksa mereka mengurangi produksi, Kondisi ini sekaligus menjadi pukulan bagi ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor.

Mendampingi Toyoda, eksekutif dari tiga pembuat mobil besar Jepang – Toyota, Nissan Motor Co., dan Honda Motor Co. – mengisi jabatan ketua di JAMA seperti periode sebelum-sebelumnya. Mereka memiliki masa jabatan dua tahun yang dapat diperpanjang.

Asosiasi telah berjanji untuk melakukan upaya habis-habisan menuju netralitas karbon. Namun Toyoda telah mengingatkan pemerintah perlunya perubahan dalam kebijakan energi yang hingga kini masih bergantung pada pembangkit listrik termal.

“Kita harus menjauh dari sumber listrik dengan emisi tinggi yang digunakan di Jepang, dengan demikian industri manufaktur mobil sangat penting dalam upaya dekarbonisasi,” kata dia.

Konsep SUV listrik Honda – dok.Istimewa

Terlebih para anggota asosiasi sejatinya telah melangkah sejalan dengan upaya tersebut. Toyota misalnya telah meluncurkan target untuk melipatgandakan penjualan global kendaraan elektrifikasi, termasuk hibrida.Totalnya ditargetkan menjadi 8 juta unit pada tahun 2030.

Sementara Nissan hanya akan menjual mobil elektrfikasi saja di pasar utamanya mulai awal 2030-an. Kemudian Honda telah meluncurkan rencana untuk membuat kendaraan listrik dan kendaraan sel bahan bakar pada tahun 2040.

Dengan demikian Honda menjadi produsen mobil Jepang pertama yang menyatakan berubah total dari mobil bertenaga bensin dan hibrida ke listrik murni mulai tahun tersebut. (Fan/Ara)



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.